empty
09.10.2026 11:32 AM
EUR/USD – Analisis dan Prakiraan Harga: Krisis Utang Prancis Menekan Euro

This image is no longer relevant

Hari ini, Jumat, hari terakhir sesi trading pekan ini, EUR/USD kembali menarik minat beli untuk hari kedua berturut-turut di tengah pelemahan dolar AS. Meski demikian, pasangan mata uang ini masih bergerak di dalam kisaran yang terbentuk pada awal bulan, sehingga mendorong pelaku pasar yang bullish untuk tetap berhati-hati.

Pada hari Kamis, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak berencana melanjutkan aksi militer terhadap Iran sebelum pemilu paruh waktu pada 3 November. Pernyataan ini, dipadukan dengan penurunan terbaru imbal hasil US Treasury, telah memicu aksi ambil untung pada posisi beli dolar. Namun, risiko geopolitik tetap tinggi di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir Teheran. Selain itu, sikap hawkish Federal Reserve berpotensi membatasi pelemahan dolar lebih lanjut dan menahan ruang kenaikan bagi pasangan EUR/USD.

Di sisi lain, beban utang Prancis yang terus meningkat dan krisis politik menjelang pemilu tahun depan dapat mengurangi minat untuk melakukan pembelian agresif atas mata uang tunggal tersebut. Faktor ini, dikombinasikan dengan pandangan teknikal yang mengindikasikan probabilitas lebih besar untuk kelanjutan penurunan, menunjukkan bahwa dibutuhkan tekanan beli yang berkelanjutan untuk mengonfirmasi terbentuknya titik bawah jangka pendek dan memperpanjang pemulihan moderat yang dimulai pekan ini dari level 1,1160. Level tersebut merupakan titik terendah bulan Oktober dan juga level terendah yang tercatat pada Mei 2025.

Melihat penurunan dari puncak bulan Agustus, pergerakan harga saat ini di dalam kisaran sempit masih dapat dikategorikan sebagai konsolidasi bearish, karena Relative Strength Index (RSI) tetap berada di area oversold dan MACD juga masih bernada negatif.

Karena itu, setiap kelanjutan kenaikan harga berpotensi menghadapi hambatan kuat di Exponential Moving Average (EMA) 9 hari, di sekitar 1,1260, dan di 1,1285 yang merupakan batas atas kisaran perdagangan. Level berikutnya adalah 1,1300. Penembusan di atas level ini dapat memicu kenaikan short-covering menuju zona resistance kunci berikutnya di 1,1355–1,1360. Namun, kenaikan semacam itu kemungkinan akan dipandang sebagai peluang untuk menjual dan berpotensi cepat kehilangan momentum, mengingat sentimen bullish yang masih dominan terhadap dolar AS.

Meski demikian, gambaran keseluruhan tetap menegaskan dominasi tren turun. Jika harga menembus ke bawah 1,1200, pasangan ini berpeluang menguji zona support di sekitar 1,1160. Kegagalan mempertahankan zona ini akan memberikan sinyal baru bagi pihak bearish dan berpotensi membuka jalan bagi penurunan yang lebih dalam.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.